Rapat terbatas (ratas) kabinet dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Bogor 16/11/2017.(Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)

Rapat terbatas (ratas) kabinet dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Bogor 16/11/2017.(Foto: Rusman – Biro Pers Setpres)

Jakarta, (ITNIndonesiaTouristNews): Presiden Joko Widodo meminta jajaran terkait untuk bergerak cepat dalam menuntaskan program pengembangan sepuluh destinasi wisata baru atau biasa disebut dengan “Bali baru”.  Presiden menggelar rapat terbatas (ratas) kemarin Kamis, 16/11/2017, dan di siaran pers dikutip mengatakan: “Sepuluh Bali baru ini harus cepat diselesaikan. Kementerian PU, Kementerian BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, Bekraf, Kementerian Koperasi dan UKM, semuanya harus siap terintegrasi dalam sebuah program pengembangan yang sudah kita putuskan,” tegasnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Bersamaan itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, Pemerintah memutuskan untuk fokus pada percepatan pengembangan empat destinasi dari 10 Bali baru yang sebelumnya ditetapkan. Akan dieksekusi tahun 2018 di empat lokasi, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Usai mengikuti rapat terbatas tersebut, melalui siaran pers Menpar juga menyebutkan bahwa semua yang terkait dengan masyarakat akan segera dituntaskan. Di antaranya adalah pembangunan homestay dan restoran yang modelnya disiapkan Kementerian Pariwisata, dan pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR. Kemudian toko cinderamata akan digarap oleh Kementerian Perdagangan.

“Poinnya ada modelling. Saya sudah kirim surat ke PUPR sebelum ratas ini dan sudah diinstruksikan Presiden bahwa kita harus berikan model,” kata Arief di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11).

Presiden juga menginstruksiikan untuk Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus dibuatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) Center. Sehingga, keberadaan pelaku UKM bisa ditata secara baik.

“Besok saya akan ke sana melihat lokasi UKM, terutama bagi saudara kita pedagang asongan. Nanti kita tempatkan, fasilitasi dan itu bagus dan akan dijadikan model. Di semua destinasi akan didulukan UKM dalam kawasan,” ujar Menteri.

Arief menyebutkan, pembahasan untuk fokus pada empat destinasi Bali baru sudah melalui diskusi panjang. Apalagi tiga dari empat prioritas ini tinggal direvitalisasi, yaitu Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

“Sementara new comer, Labuan Bajo. Artinya tiga itu merevitalisasi, yang satu pendatang baru yang kalau kita sentuh bisa meledak,” ucap Arief.

Ditambahkannya, fokus pada empat destinasi ini bukan berarti tidak mengerjakan enam Bali baru lainnya. 10 Bali baru menurutnya tetap dikerjakan, tapi pembangunan homestay, restoran, toko cinderamata dan UKM center fokus pada empat lokasi.***