Menpar Arief Yahya,CEO Grup Panorama Budi Tirtawisata dan President & CEO WTTCGloria Guevara menjadi narasumber di sesi jumpa pers Panorama Mega Conference 2018 di Jakarta,Kamis (1/2). (Foto:Humas Kemenpar)

Menpar Arief Yahya (tengah), CEO Grup Panorama Budi Tirtawisata (kiri) dan President & CEO WTTC Gloria Guevara (kanan) menjadi narasumber di sesi jumpa pers Panorama Mega Conference 2018 di Jakarta,Kamis (1/2). (Foto:Humas Kemenpar)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama dengan CEO Panorama Group Budi Tirtawisata dan President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) Gloria Guevara menghadiri Panorama Mega Conference 2018 yang berlangsung pada Kamis (1/2) di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. “Taking Pride in Tourism: Indonesia and Asia Pacific Outlook Towards 2020” merupakan tema besar yang dibicarakan selama Panorama Mega Conference.

Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC), secara terbuka memberikan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya atas prioritas dan komitmennya terhadap industri pariwisata di forum Panorama Mega Conference 2018. Indonesia merupakan contoh utama dari pemerintahan yang mengambil pendekatan secara tepat untuk membangun pariwisata dengan strategi investasi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta kebijakan-kebijakan yang memafasilitasi perjalanan.

Masih banyak yang mesti dikerjakan oleh seluruh pemangku kepentingan sektor industri perjalanan dan pariwisata di Indonesia. Di antaranya, kemitraan antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta. Dan WTTC akan mendukung sektor perjalanan dan pariwisata Indonesia.

Pertemuan antara Menpar Arief Yahya dengan President & CEO WTTC Gloria Guevara sebelum konferensi berlangsung.(Foto:Humas Kemenpar)

Pertemuan antara Menpar Arief Yahya dengan President & CEO WTTC Gloria Guevara sebelum konferensi berlangsung.(Foto:Humas Kemenpar)

Pada sesi jumpa pers ketiganya menjadi narasumber. Dalam kesempatan itu Menpar menjelaskan, deregulasi penting untuk memperlancar Flow of People, Flow of Trade dan Flow of Investment. Dengan mengupayakan deregulasi dan digitalisasi pariwisata–termasuk menciptakan destinasi digital–, pariwisata Indonesia dapat tumbuh sebesar 22%.

President & CEO WTTC menyampaikan, perubahan-perubahan yang dibuat oleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah menarik perhatian besar dari anggota WTTC yang terdiri dari perusahaan-perusahaan, perhotelan, kapal-kapal pesiar, perusahaan digital, dan para investor yang berminat berinvestasi di sini.

Indonesia is a key example, a great example for other governments. Because the changes that Indonesia make are very significant, the visa waiver is a great example of deregulation. We are documented so it can be used for other governments around the world. The role of the government is to easing investment by deregulation, I acknowledge and appreciate the minister for his works,” ujar Guevara.

Terkait dengan digitalisasi pariwisata termasuk di antaranya menciptakan destinasi digital juga diapresiasi oleh President & CEO WTTC. Hal tersebut akan menambah daya tawar dari Indonesia kepada banyak wisatawan milenial di Asia Tenggara, Cina, Amerika Serikat, Eropa dan kawasan lainnya. Karena destinasi-destinasi itu sangat otentik dan unik.

Diwartakan oleh www.eturbonews.com (1/1), sebelum menghadiri Panorama Mega Conference 2018, President & CEO WTTC bertemu langsung dengan Menpar Arief Yahya. Pada kesempatan itu didiskusikan mengenai peluang-peluang dan prioritas apa saja yang baik dipilih dan dilakukan oleh industri perjalanan dan pariwisata Indonesia. WTTC juga memuji bagaimana Pemerintah Indonesia menangani peristiwa erupsi Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu.

Menurut data terbaru WTTC, sektor perjalanan dan pariwisata di Indonesia berkontribusi total sebesar Rp 770 triliun atau 6,2% terhadap PDB Indonesia. Pendapatan dari belanja wisatawan mancanegara yang berkunjung mencapai Rp 220 triliun terhadap perekonomian. Sektor ini menyumbangkan 55% dari total ekspor jasa. Secara nasional sektor perjalanan dan pariwisata Indonesia diproyeksikan mampu menciptakan 2,4 juta lapangan kerja baru.***(Yun Damayanti, dari berbagai sumber)