Satu situs Perang Dunia II di Biak.(Foto:Papua Discover)

(Gambar ilustrasi). Satu situs Perang Dunia II di Biak. Pernah ada penerbangan charter berjadwal rute Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu (transit)-Los Angeles pp yang membawa turis dari Amerika Serikat ke Indonesia.(Foto:Papua Discover)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ) : Tidak terlalu terdengar, sebuah pesawat charter bolak-balik dari Australia membawa penumpang wisatawan dari berbagai negara untuk fly & cruise di Biak Numfor, Papua. Itu tahun lalu memang. Dan di salah satu dermaganya berlangsung proses turn around dari satu kapal pesiar internasional. Jauh sebelumnya, suatu waktu Bandar Udara Frans Kaisepo di Pulau Biak pernah menjadi bandara transit bagi penumpang bertujuan ke atau dari Los Angeles, Amerika Serikat. Pada saat transit beberapa jam penumpang dihibur di bandara itu dengan tari-tarian yang dibawakan oleh sanggar-sanggar seni lokal.

Pada awal tahun 2018 ini, satu operator tur berbasis di Biak berkolaborasi dengan Pemda Papua dan Biak Numfor menyelenggarakan perjalanan pengenalan (famtrip) bagi agen perjalanan dan media nasional. Perjalanan pengenalan berlangsung selama 5 hari pada minggu besok ini. Perjalanan itu guna memperkenalkan dan mengingatkan kembali ada satu kabupaten kepulauan, Biak Numfor namanya, di Provinsi Papua yang mempunyai satu gugusan kepulauan dan merupakan surga tersembunyi Padaido serta peninggalan-peninggalan dari era Perang Dunia (PD) Kedua. Perjalanan pengenalan itu pun ibarat mensosialisasikan kampung halaman Frans Kaisepo, salah seorang pahlawan Nasional yang kini diabadikan dalam uang rupiah pecahan terbaru Rp 10.000.

Titik selam dengan obyek wreck di perairan Biak Numfor.(Foto:kurabesi explorer)

Titik selam dengan obyek wreck di perairan Biak Numfor.(Foto:kurabesi explorer)

Situs-situs peninggalan Perang Dunia Kedua dan Monumen Perang Dunia II di Anggraidi/Paray di Distrik Biak Kota dan goa Jepang, Goa Binsari, di Kampung Binsari, Distrik Samofa adalah di antara situs-situs yang telah menjadi obyek daya tarik wisata di Pulau Biak. Selain itu, ada sebuah taman burung yang dihuni sekitar 50 spesies burung endemik Papua dan beberapa jenis tanaman anggrek, dan Taman Bosnik.

Jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan dan promosi, 30 pulau kecil di dalam gugusan Kepulauan Padaido adalah sebuah surga bahari. Rahasia tersembunyi milik Kabupaten Biak Numfor ini berada di taman laut seluas 183.000 hektar. Penetapannya telah dilakukan sejak tahun 1997. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Biodiversity Conservation Network (BCN), telah teridentifikasi 95 jenis terumbu karang dan 155 jenis ikan di antaranya ikan hiu karang dan gurita. Di tebing-tebing karangnya terdapat goa-goa dan lorong-lorong bawah laut yang menantang untuk dieksplorasi oleh penyelam. Wisatawan dari Amerika, Jepang dan Australia sudah mengunjunginya. Mulai besok, kami akan mengnjungi dan melaporkan di sini kepada Anda.*** (Yun Damayanti)