Didien Junaedy (tengah), Hasiyanna Ashadi Koestoer (kanan) dan Anita (kiri). (Foto: GIPI)

Didien Junaedy (tengah), Hasiyanna Ashadi Koestoer (kanan) dan Anita (kiri). (Foto: GIPI)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ) : Katua ASITA Jakarta Hasiyanna Ashadi Koestoer bersama Ketua Panitia Rakerda ASITA Anita, kemarin dipertemukan oleh Ketua Umum GIPI Didien Junaedy di kantor GIPI Pusat, Jakarta, dengan pengurus Gahawisri (Gabungan Pengusaha Wisata Bahari). Di situ dibahas rencana Rakerda (Rapat Kerja Daerah) ASITA Jakarta yang hendak dilaksanakan akhir Februari 2018 di Jakarta. Mengemuka dalam pertemuan itu, adalah bagaimana Kepulauan Seribu dengan aktivitas wisata bahari hendak dijadikan sebagai ikon pariwisata ibukota Jakarta.

ASITA (Asosiasi Tour dan Travel Agent Indonesia) Jakarta akan mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) akhir Februari 2018 di Jakarta. Rakerda itu tema utamanya adalah hendak memajukan wisata bahari di Jakarta, baik untuk pemasaran di dalam negeri maupun luar megeri. Karenanya nanti sekitar seminggu sebelum Rakerda, akan dilaksanakan  satu seminar atau sarasehan, yang akan membahas berbagai aspek mengenai potensi dan prospek pengembangan wisata bahari Jakarta.

Forum seminar ataupun sarasehan yang direncanakan itu akan berfokus dengan tema yang sepertinya akan berjudul “Outlook Wisata Bahari di Jakarta”.

Di ASITA Jakarta terdaftar lebih 1400 anggota, menurut Ketuanya Hasiyanna, di antara jumlah itu sekitar 100-an bergerak sebagai inbound operator (mendatangkan wisman dari luar negeri ).

Dalam pertemuan di GIPI kemarin itu diwacanakan bagaimana mengkombinasikan wisata bahari ke Kepulauan Seribu dimasukkan ke dalam paket-paket wisata yang bisa dipasarkan dan dijual oleh agen-agen anggota ASITA Jakarta.

Tentang wisata bahari pada umumnya, dirasakan perlunya pemutakhiran lagi data-data di bidang kegiatan wisata bahari, baik menurut daerah maupun secara nasional.

Salah satu yang disebut antara lain adanya penelitian yang menggambarkan, terumbu karang di kawasan Kepulauan Sribu yang terplihara baik tinggal 30%. Ini memerlukan perhatian lebih lanjut.

Kegatan utama di kawasan Kepulauan Seribu yang dapat ditawarkan untuk wisata bahari antara lain utamanya terdiri atas wisata diving, snorkeling, island hopping (meninjaun selintas pulau-pulau yang bertaburan di perairan teluk Jakarta itu).

Untuk memudahkan bergerak di wisata bahari di Jakarta, ada juga usulan sebaiknya agen atau operator yang bergerak di inbound tourism itu, yang ada di Jakarta, berinvestasi dengan mengadakan kapal-kapal boat masing-masing untuk keperluan tersebut.***