Thailand Media Briefing di ATF 2018.(Foto:YD)

Tanes Petsuwan,Deputy Governor for Marketing Communication of Tourism Authority of Thailand, saat Thailand Media Briefing di ATF 2018.(Foto:YD)

Chiang Mai, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Tema “Open to the New Shades” diluncurkan oleh Thailand dalam strategi pemasaran pariwisatanya untuk 2018. Tujuannya hendak menarik lebih banyak pengunjung pengulang (repeaters) selain pengunjung pemula (first timer visitors).Tourism Authority of Thailand (TAT) akan tetap menggunakan brand “Amazing Thailand” yang telah dikenal baik selama 20 tahun. TAT meluncurkan kampanye komunikasi pemasaran baru. Itu diterangkan oleh Deputy Governor for Marketing Communication of Tourism Authority of Thailand (TAT) Tanes Petsuwan yang  mengungkapkannya pada saat Thailand Media Briefing (24/1) di ASEAN Tourism Forum 2018 (26/1/2018).

Kampanye komunikasi pemasaran baru itu akan fokus pada kekuatan pariwisata Thailand dan meliputi suatu persepsi baru terhadap daya tarik-daya tarik pariwisata yang sudah eksis di negeri ini. Kampanye akan memperkenalkan produk-produk baru melalui kreativitas , mengisi ulang karakter menawan baru dari destinasi-destinasi yang telah terkenal . Kampanye tersebut bertujuan menarik lebih banyak pengunjung pengulang (repeaters) sekaligus pengunjung pemula (first timer visitors).

Di dalam rencana pemasaran pariwisata internasionalnya untuk tahun 2018, TAT telah menetapkan segmentasi target pasar mancanegara. Yaitu mulai dari pengunjung pemula hingga ke pengunjung pengulang, para wisatawan senior (silver tourists), hingga penggemar olahraga (sport enthusiasts). TAT pun akan mendukung entitas ceruk pasar (niche market) termasuk pernikahan dan pasangan bulan madu (honeymooners),  wisatawan wanita, serta terus menciptakan citra sebagai tujuan wisata mewah (high end & luxury travel).

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Thailand pada tahun 2017 mencapai 35 juta. Wisman dari negara-negara ASEAN menjadi penyumbang terbesar sebanyak lebih dari 8,19 juta wisatawan selama Januari-November 2017. Kunjungan terbesar dari Malaysia sebanyak 2,98 juta wisatawan (+6,28%), Lao PDR sebanyak 1,45 juta wisatawan (+16,12%) dan Singapura sebanyak 898.965 wisatawan (+6,10%). Pendapatan nasional Thailand dari total kunjungan internasional itu sebesar USD 53 miliar. Untuk tahun 2018, TAT telah menetapkan pertumbuhan pendapatan dari pasar pariwisata internasionalnya sebesar 8%.

Beragam aktivitas akan terus dilakukan seperti Creative Thailand dan menciptakan jejaring-jejaring yang menyoroti keunikan pengalaman lokal di Thailand. Dengan demikian, Thailand akan terus menjadi destinasi pilihan bagi turis internasional. TAT akan menggunakan pariwisata untuk mempromosikan pembangunan di daerah-daerahnya kepada masyarakat lokal karena keuntungannya akan dirasakan langsung oleh mereka.

Thapae Gate,salah satu landmark kota Chiang Mai di utara Thailand,selalu diramaikan kunjungan turis mancanegara.(Foto:YD)

Thapae Gate,salah satu landmark kota Chiang Mai di utara Thailand, selalu diramaikan kunjungan turis mancanegara.(Foto:YD)

Menciptakan permintaan dan memperkuat pemasok lokal

Pemerintah Kerajaan Thailand secara serius menempuh kebijakan pengurangan pajak guna menggenjot perekonomian lokal di 55 kota di provinsi-provinsi kedua di seluruh negeri pada 2018. Kebijakan ini akan mendukung program Amazing Thailand Go Local. Dan menggerakkan perjalanan domestik dan internasional pada komunitas-komunitas lokal terutama di provinsi-provinsi kedua.

Strateginya, dengan menciptakan permintaan dan penguatan sisi pasokan dari pariwisata lokal. Kampanye ini bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan di provinsi-provinsi kedua. Targetnya, minimal 10 juta pengunjung dan menciptakan penghasilan tidak kurang dari USD 300 juta.

Pengembangan ke destinasi-destinasi kedua di Thailand didukung dengan konektivitas udara, laut dan daratan. Menurut Airport of Thailand (AOT), bandara-bandara internasionalnya melayani 135 scheduled dan charter airlines dari berbagai negara. Maskapai-maskapai penerbangan berbiaya terjangkau (LCC) telah melayani rute-rute dari Vietnam, Cina, Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Keberadaannya telah terbukti meningkatkan arus wisman ke Bangkok juga ke Phuket dan Chiang Mai.

Phuket, Pattaya, dan Samui sekarang telah menjelma menjadi tujuan pelayaran kapal-kapal pesiar dan marina-marina tempat tambat yacht. Konektivitas laut terus tumbuh dengan Malaysia dan akan berlanjut dengan Indonesia dan Kamboja serta Myanmar. Sedangkan konektivitas di darat dengan negara-negara tetangga terus membaik melalui keberadaan jembatan-jembatan persahabatan, dan perjalanan dengan kereta yang sangat potensial di masa depan.*** (Yun Damayanti)