Paviliun Wonderful Indonesia di ATF 2018.(Foto:YD)

Paviliun Wonderful Indonesia di ATF 2018.(Foto:YD)

Chiang Mai, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): Tidak ada lagi pertanyaan terkait Gunung Agung. Dicapai kontrak  potensi mendatangkan 119.003 calon wisatawan mancanegara ke destinasi Indonesia. Itu di travel exchange (travex) ASEAN Tourism Forum (ATF) 2018, yang semakin menambah rasa optimis bagi pariwisata Indonesia di tahun 2018.

Pertemuan bisnis antara sellers dari ASEAN dengan buyers internasional di ATF 2018 berlangsung pada 24-26 Januari 2018 di Chiang Mai Exhibition and Convention Center, Thailand. Selama travex berlangsung, menurut seller terutama dari Bali, tidak ada lagi buyers yang menanyakan perihal erupsi Gunung Agung. Total 50 pelaku industri pariwisata Indonesia, baik sellers yang mengisi paviliun Wonderful Indonesia maupun yang menyewa booth secara mandiri, rata-rata mengungkapkan optimisnya. Diproyeksikan, aktivitas kepariwisataan akan ramai kembali mulai dari kwartal pertama atau sekitar bulan April 2018. Sampai dengan sekarang pemesanan yang telah dilakukan sebelumnya pun tidak ada pembatalan ataupun penundaan.

Sellers Indonesia di luar paviliun Indonesia pun tidak sedikit dikunjungi buyers di ATF 2018.(Foto:YD)

Sellers Indonesia di luar paviliun Indonesia pun tidak sedikit dikunjungi buyers di ATF 2018.(Foto:YD)

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Rizki Handayani, Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran II Regional II Kementerian Pariwisata, dan membawa 42 perusahaan pelaku industri pariwisata. Terdiri dari 35 akomodasi, 5 agen perjalanan/operator tur, dan 2 manajemen atraksi. Mereka dari Bali, Jakarta, Jawa Timur, Batam (Kepulauan Riau), Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Dari 42 sellers yang mengikuti travex ATF 2018 bersama Kemenpar, selama dua hari diperoleh 119.003 calon wisatawan mancanegara dengan transaksi potensial mencapai Rp 201 miliar (kurs Rp 13.500).

Menurut penyelenggara ATF 2018, sebanyak 240 orang buyers hadir di travex ATF tahun ini. Komposisinya, terbanyak dari kawasan Uni Eropa (47,1%), dari kawasan Asia Tenggara (25,8%), kemudian kawasan Amerika (16,7%) dan sisanya 10,4% dari negara-negara di kawasan Asia lainnya. Dengan komposisi tersebut, bagi sellers dari Indonesia itu cukup bagus, membuka peluang-peluang membuat jejaring bisnis baru dan menjaga eksistensi perusahaan di kalangan buyers internasional.

Tidak kurang 58 media internasional menghadiri sesi Indonesia Media Briefing di ATF 2018.(Foto:YD)

Tidak kurang 58 media internasional menghadiri sesi Indonesia Media Briefing di ATF 2018.(Foto:YD)

Selama travex, terlihat paviliun Indonesia ramai dikunjungi buyers. Begitupun di booth Indonesia lainnya

Bukan hanya produk-produk pariwisata Indonesia yang dicari, perkembangan kepariwisataan Indonesia pun menarik minat media internasional. Tidak kurang dari 58 media dari berbagai negara menghadiri sesi Indonesia Media Briefing pada tanggal 26 Januari 2018. Di sesi ini pun tidak ada lagi media menanyakan perihal Gunung Agung. Justru mereka bertanya-tanya mengenai strategi pemasaran pariwisata Indonesia ‘Go Digital’ dan perkembangan infrastruktur penunjang pariwisata antara lain infrastuktur di Danau Toba, Sumatera Utara; pelabuhan dan terminal untuk kapal pesiar; dan bandara-bandara untuk mengakses destinasi-destinasi penyelaman.*** (Yun Damayanti)